Wednesday, February 01, 2012

unyil in memoriam

kucing kampung 3 warna, putih hitam coklat..
dipaksa induknya untuk tinggal di dalam rumah
kami mengalah, dia bole tinggal

badannya kurus kecil tapi cakep.
tipikal calon primadona..

ga salah, dia memang primadona
banyak pejantan mencarinya
dengan gaya khas sedikit jual mahal
malu malu tapi mau

kakinya pernah pincang terlindas kendaraan
tapi ga mengurangi kelincahannya

selalu on time menanti abang bubur depan rumah
mengurangi harga diri demi jongkok di kolong gerobak
menikmati lemparan tulang ayam bekas

bagai nyonya besar di rumah
minta dibukakan pintu kalau keluar masuk

seperti tante judes
dibelai dikit langsung hap, pasang rahang
bukan tipe kucing manja yg bisa dipeluk²
tiap hari pasti dihujani omelan sayang

walaupun tak sehebat sang induk
tapi pernah memiliki masa kejayaan sebagai pemburu tikus
bangganya luar biasa jika mendapat hasil buruan

produktif menghasilkan keturunan
dari berbagai pejantan tangguh yang tampan
ibu yang bertanggung jawab
membela hak makan anak²nya

sukses menjadi model skripsi majikan bungsu
menghantarnya mendapatkan nilai B untuk tugas akhir kuliahnya

kian hari..
usianya mulai tua..
dia ling lung, serba salah, dan melemah
kulitnya diserang tungau
telinganya pecah²

majikan bungsu mencari info
sabun sulfur solusinya
dibeli di apotik ternama pada sebuah plaza

niat mandi sulfur tertunda
tertunda selamanya..

unyil sudah pergi
pergi selamanya

mata bengkak majikan bungsu
sebagai tanda penghormatan terakhir untuknya

hepi hepi ya kamu disana
:')
we love you

UNYIL
1999-2012

*ditulis dengan mata berkaca²*